Quote seperti title diatas , saya baca sekilas di punggung seorang skuter yang ikut berdesak-desakan menonton even Gelar acara doa bersama untuk perdamaian nasional se indonesia yang berlangsung di Kompleks PRPP Tawang Mas, Semarang Barat.
Meskipun kostum hitam yang saya gunakan melengkapi penderitaan di bawah terik siang dan udara panas Semarang, namun saya masih sempat berpikir , mungkin quote di atas benar juga adanya
Apa yang membuat seorang jenk dhetea tertarik bergabung dengan komunitas yang terkenal cuek dan eksentrik ini , well.. saya sendiri juga ga bisa mengungkapkannya, hanya saja turing dan berkendara bersama-sama para skuter ini membuat adrenalin saya bangkit dari kelenjar-kelenjarnya, membuat jantung saya berdetak gembira menapaki jalanan beraspal yang panjang dengan gembira meski berbagai resiko dan tantangan yang mungkin bisa terjadi di sepanjang raya.
Selain di hadiri 286 klub vespa se nusantara , even ini juga tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) kategori perkumpulan vespa terbanyak hingga 12.000 peserta.. well.. oke itu angka yang ga sedikit loh ( manusia vespa semua tumplek blek di lapangan ini). Kemeriahan "Doa Bersama" ini sudah dimulai sejak hari gelap , lapangan PRPP semarang yang biasa nya senyap berubah menjadi hingar bingar konser dangdut kota Bandeng Presto ini, otomatis tanpa di komando lagi anak-anak skuter yang notabene juga mungkin lagi teler , berjoget ria dengan koreografi sekedar menggerakkan tubuh,kepala,kaki dan tangan bergerak tak harmonis berusaha mengikuti irama musik asli indonesia ini,,,
Keesokan harinya, seusai bangun tidur
Berbagai jenis skuter berseliweran di depan mata, mulai dari vespa orisinil , vespa sampah ,
Catatan Jenk Dhetea ,
Semarang, 1 Maret 2009.




