Pencarian

11 March 2009

Hanya Vespa yang bisa menyatukan indonesia


Quote seperti title diatas , saya baca sekilas di punggung seorang skuter yang ikut berdesak-desakan menonton even Gelar acara doa bersama untuk perdamaian nasional se indonesia yang berlangsung di Kompleks PRPP Tawang Mas, Semarang Barat.

Meskipun kostum hitam yang saya gunakan melengkapi penderitaan di bawah terik siang dan udara panas Semarang, namun saya masih sempat berpikir , mungkin quote di atas benar juga adanya


Apa yang membuat seorang jenk dhetea tertarik bergabung dengan komunitas yang terkenal cuek dan eksentrik ini , well.. saya sendiri juga ga bisa mengungkapkannya, hanya saja turing dan berkendara bersama-sama para skuter ini membuat adrenalin saya bangkit dari kelenjar-kelenjarnya, membuat jantung saya berdetak gembira menapaki jalanan beraspal yang panjang dengan gembira meski berbagai resiko dan tantangan yang mungkin bisa terjadi di sepanjang raya.











Selain di hadiri 286 klub vespa se nusantara , even ini juga tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) kategori perkumpulan vespa terbanyak hingga 12.000 peserta.. well.. oke itu angka yang ga sedikit loh ( manusia vespa semua tumplek blek di lapangan ini). Kemeriahan "Doa Bersama" ini sudah dimulai sejak hari gelap , lapangan PRPP semarang yang biasa nya senyap berubah menjadi hingar bingar konser dangdut kota Bandeng Presto ini, otomatis tanpa di komando lagi anak-anak skuter yang notabene juga mungkin lagi teler , berjoget ria dengan koreografi sekedar menggerakkan tubuh,kepala,kaki dan tangan bergerak tak harmonis berusaha mengikuti irama musik asli indonesia ini,,, berusaha menahan ketawa

Keesokan harinya, seusai bangun tidur ( tanpa mandi n ghosok gigi tentunya) para rastamania ini langsung mengikuti agenda kegiatan Doa Bersama untuk perdamaian nasional yang dipimpin langsung oleh salah seorang Skuteris dari Demak, semua klub kecuali yang masih teler mengikuti pembacaan doa dengan hikmat, dan sesaat hening memanjatkan permohonan kepada Yang Kuasa.

Berbagai jenis skuter berseliweran di depan mata, mulai dari vespa orisinil , vespa sampah , hingga vespa army. Lengkap dengan para "joki" yang tak kalah nyentrik dari vespa yang di kendarai , disini mungkin berlaku , desain vespa menunjukkan kepribadian supirnya . Namun lepas dari semua yang kita pandang negatif atau positif dari para skuter ini adalah bagian dari hobi dan gaya hidup, banyak juga orang dengan hobi otomotif yang orang-orang bilang "nyleneh" dan tidak umum bagi kebanyakan orang, Yaa,, mungkin itulah refleksi diri mereka sebagai bentuk aktualisasi seseorang ingin menunjukan eksistensinya pada masyarakat luas. ( Yo ora mas² skuteris?? hehehe...)

Yap.. buktinya saya , meski bukan seorang skuter, tapi saya nyaman dan enjoy bersama mereka, adrenalin dan hormon bahagia saya juga ikut mengalir deras memenuhi otak , sama seperti yang mereka rasakan saat mengendarai vespa, mungkin itu berarti perbedaan dan perselisihan sebenarnya bisa di hilangkan, asalkan qt juga bisa menempatkan diri kita pada posisi orang lain, seperti halnya pada saat semua orang mencoba merasakan saat mengendarai Vespa.



Catatan Jenk Dhetea ,
Semarang, 1 Maret 2009.

13 February 2009

Diatas Jok Scooter

vespa dhetea

Berpetualang
...
Adrenalin beberapa orang selalu terbit tiap mendengar dan mengucapkan kata itu. Namun, hati-hatilah pada petualangan. Petualangan adalah candu. Sekali kau mulai, bahkan dirimu sendiri tak bisa menghentikan hasrat berpetualangmu. Jika kamu membenci kegelisahan dan menyukai hidup yang tenang, jangan pernah memulai petualanganmu, karena petualangan adalah sarang kegelisahan yang sengaja kau cari.


Petualangan bukanlah sekadar pergi dari satu tempat ke tempat lain, mengunjungi tempat-tempat jauh dan menyaksikan hal-hal baru. Petualangan bukan sekadar mengajak derap langkahmu menuju tempat-tempat asing yang kau idamkan. Petualangan adalah pergi tanpa titik tujuan, membiarkan dirimu tersesat, mencari, dan memilih; dan kamu tak tahu kapan harus pulang.

Jangan berpetualang. Cukupkan dirimu pada pelesir ke tempat-tempat indah yang belum pernah kau kunjungi, dan tetapkan sebelum pergi kapan kamu harus pulang….
( Bubin Lintang - Kisah Langit Merah)

*)
Berpetualanglah seolah kau hewan liar.pergilah kapan kau akan pergi dan ingat kapan kamu harus pulang…

14 January 2009

Barbra Streisand, perjuangan seorang wanita yang tak pernah henti

Terlahir dari keluarga imigran beragama Yahudi, tak membuat surut semangat dan mimpi seorang Barbra Streisand. Bakat seni yang telah lama ia miliki berhasil mendapat banyak apresiasi dari dunia panggung dan musik. Mengawali karir bernyanyi di sebuah Cafe komunitas gay Manhattan membuatnya menjadi seorang penyanyi yang profesional pada awal tahun 1960.

Meski begitu sebelum memasuki dunia hiburan ia mulai semua dari panggung theater. "Broadway I Can Get It for You Wholesale" sebuah drama musikal tahun 1962 berhasil mengantarkannya pada ketenaran dan kesuksesan karirnya. Kemudian dewi fortuna makin kerap menyapanya, karena ditahun yang sama Barbra juga menandatangani kontrak rekaman dengan Columbia Record dan merilis album perdananya The Barbra Streisand Album yang memperoleh dua Grammy Award pada 1963.

Hingga tahun 2005 , banyak orang beranggapan bahwa Barbra termasuk sebagai artis tersukses didunia hiburan modern.Artis cantik multitalenta yang tak pernah merasakan bangku kuliah ini telah merilis 16 album ,7 buah album live, 8 album kompilasi dan 12 album soundtrack film, serta 66 single. Album dan singlenya ini telah terjual sebanyak 148 juta copy diseluruh dunia. Angka fantastis yang mengagumkan dan pantas didapat bagi perjuangan Barbra menuju puncak karir panggung entertainment.

Selama berkarir di dunia musik, Barbra Streisand yang lahir di Williamsburg, Brooklyn, New York, 24 April 1942 ini telah menyabet 51 penghargaan musik, seperti Grammy for Album Of The Year, AGVA Georgie Award for Singing Star Of The Year, Grammy for Song Of The Year, Grammy Lifetime Achievement Award, dan Grammy Hall Of Fame.

Selain bernyanyi, Barbra Streisand juga dikenal sebagai aktris layar lebar. Tercatat 17 film telah ia bintangi, salah satunya adalah film The Way We Were tahun 1973 dimana ia mendapat peran utama bersama aktor Robert Redford dan Film Meet The Fockers yang dirilis tahun 2004 dan mendapat sambutan bagus dari para penggemarnya.

Dari dua kali pernikahannya, kedua suaminya adalah sama-sama aktor. Suami pertamanya adalah aktor Elliott Gould, (1963-1971), selama 7 tahun menikah dengan Elliot, ia dikaruniai 1 anak Jason Gould , namun mereka bercerai. Pada tahun 1998 ia menikah lagi dengan James Brolin. Barbra memberi inspirasi buat semua wanita dimana hidup ini layak diperjuangkan, karena untuk itulah Tuhan memberi kita nafas meskipun hanya sejenak didunia.

Perkenalkan, Perempuan bermata kelam.

Dalam komunitas blogger, aku dikenal dengan Jenk Dhetea, bahkan mungkin tak banyak dari mereka yang mengetahui nama asliku, seorang sagitarius kelahiran kampung kecil di kota Keripik Tempe Ngawi. Tak heran , bila pernah suatu kali seorang rekan kenalan chating yang mencantumkan nama "To : Dhetea" pada undangan pernikahannya yang ditujukan untukku. Bukan masalah besar, nama atau nick hanya panggilan yang memberi keunikan dan ciri khas pada masing-masing orang.

Hobi menulis berawal sejak aku masih memakai rok merah,baju atasan putih dan rambut dikepang dua. Biasanya setelah upacara bendera, Pada saat pelajaran bahasa indonesia, sering kali Ibu guru mengharuskan semua murid untuk mengarang suatu cerita bertema bebas sesuai keinginan masing-masing siswa, jadilah aku bersama genk yang beranggotakan lima orang bocah tengil menyerbu perpustakaan untuk mencari inspirasi. Mulai saat itu syaraf otak kanan ku yang notabene memang masih "segar" dan "baru" telah berkembang menjadi "mesin pelahap" ilmu dari bermacam-macam buku, tidak pandang tebal tipis, membaca pikiran orang lain dari buku menjadi hobi menyenangkan. Ditambah lagi dukungan dari kedua orang tuaku yang menjadi pahlawan tanpa tanda jasa di sebuah sekolah dasar yang juga gemar membawakan buku bacaan di akhir pekan, membuat aku semakin bersemangat saja dalam menghabiskan waktu berjam-jam hanya sekedar "bercengkrama" dengan lembar-lembar kertas hasil cetakan penerbit itu.

Pertengahan tahun 2004, aku telah menyelesaikan masa - masa remaja di bangku sekolah menengah kejuruan mengambil jurusan informatika,setahun kemudian bekerja di suatu perusahaan provider Internet sambil berusaha membiayai ongkos kuliah sendiri. Sejak saat itulah, aku mengenal dunia blog, bergabung dengan komunitas blogger , dan berkumpul bersama para penulis dari segala penjuru dunia maya untuk saling bertukar pikiran mengenai berbagai hal. Meskipun sepertinya tulisan-tulisan yang tertuang dalam blog hanya tema ringan namun itulah sumbangan besar yang dapat diberikan para blogger bagi dunia. Hasil tulisanku gak mengecewakan, Lomba Malang Rally Blog berhasil membawa aku dan tiga orang sobatku sesama blogger menjadi juara runner up di tahun 2008. Dan pada akhir tahun ini bersama rombongan komunitas blogger solo , kami berkesempatan sowan dan bertemu muka dengan bapak Episto Indonesia ( Pak Bambang ) seorang jurnalis sebuah media cetak ternama nasional di Wonogiri-jawa tengah.

Tahun ini tak terasa sudah melewati hari lahir ku 23 kali, kakak perempuan ku satu-satunya yang menjadi seorang petugas medis juga baru saja sukses menjadi ibu pada malam pergantian tahun, ia melahirkan keponakan yang cantik buatku. Waktu kian berlari, namun aku gak akan lelah berusaha mewujudkan semua mimpiku, mungkin sampai nanti aku akan tetap menulis, agar kelak putra putriku juga bisa membaca semua rasa yang pernah aku tuliskan, bahkan jauh sebelum mereka lahir sudah pernah aku tuliskan namaku diperadaban dunia maya yang modern.

01 January 2009

Lahirlah dengan cinta, Zahra

zahra

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki pikiran mereka sendiri

Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, tapi bukan jiwa mereka
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok,
yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi
( Kahlil Gibran )


Untuk Azzahra 'Iffah Yumnanta, keponakanq yang cantik.
Your auntie love you so much...
Surabaya, 31 Des 2008
 

Jenk Dhetea Template by Ipietoon Cute Blog Design