Pencarian

20 June 2009

Istana Tuan Meneer Bussemaker

Ada yang bilang, kalo belum ke malang , berarti belum ke jawa timur hehehe... berhubung sekarang udah mulai liburan sekulah, sapa tau ada yg lg merencanakan backpacker 'n kuliner ke kota Apel ini, namun selain menjajal obyek wisata dan makanan khas daerah, dibalik keindahan tata kota nya tersimpan beribu sejarah budaya yang menjadi saksi bisu perjuangan arek malang melawan hollanders.

Di belakang saya berpose, berdiri megah sebuah bangunan yang menjadi landmark kota Malang, Tepat berhadapan dengan Tugu Nasional yang diresmikan langsung di bawah tangan sang Proklamator Soekarno, gedung yang eksis dari tahun 1927 hingga kini, yakni gedung Balai Kota Malang.

Awal pembangunan gedung Balai Kota Malang ini diawali pada tanggal 1 April 1914, status kota Malang dinaikkan menjadi Kotamadya (sebelumnya masih menjadi karesidenan Pasuruan), sehingga kota Malang berhak memiliki otonomi daerahnya sendiri dengan di pimpin seorang Burgemeester (Walikota). Adalah Bapak Bussemaker, pria Belanda berkumis tebal dengan rambut tipis dan berwajah rupawan inilah yang berhasil menduduki kursi panas Walikota Malang pertama kali pada tahun 1919.


Gedung ini sempat pula di bangun kembali dari reruntuhan bekas Clash I (aksi militer) pada tanggal 31 juli 1947, setelah proklamasi kemerdekaan, eee.. Belanda secara tiba-tiba kembali menduduki Indonesia termasuk kota Malang, sehingga lebih dari 1000 bangunan Belanda dibumi hanguskan dan pemerintahan kota secara temporer di pindah ke Hotel Pelangi (dekat alun-alun Malang).

Selanjutnya pegawai dibagi menjadi dua golongan, yakni golongan yang berjuang tetap di dalam kota dan golongan keluar kota, menyebar ke daerah Sumberpucung, Gondanglegi, Bantur ( daerah pantai Balaikambang) sampai Clash II tahun 1948.


Para pejuang yang tergabung dalam tentara pelajar (TRIP) banyak yang gugur. Rakyat sendiri mengungsi ke daerah Selatan seperti Tumpang (rumahku ), Wajak , Turen, Gondanglegi, Pakisaji, Kepanjen, sampai Blitar.


Pemerintahan kota Malang dapat kembali ke gedung Balaikota pada tanggal 2 Maret 1950, sementara itu ketentaraan dan kepolisian telah mendahului memasuki kota dan bermarkas di hotel TRIO (sekarang di depan Stasiun Kota Baru).

Saya sering mengamati gedung-gedung peninggalan penjajah saat singgah di beberapa kota (Surabaya, Semarang, Jakarta), sekilas saya seperti mendapat visualisasi betapa banyak perjuangan dan pengorbanan darah serta air mata para pahlawan yang telah gugur untuk menikmati udara bebas, bahkan di tanah kelahirannya sendiri. Katanya Bu guru SD, "bangsa yang besar selalu menghargai jasa para pahlawan", tapi masih saja sering terdengar nyanyian sumbang para veteran yang tak terurus negara hingga menjadi pengamen, miris memang, tapi jangan kaget melihat ironi seperti ini di Indonesia...

Betapa uptodate dan maju nya peradaban qt, semua dimulai dari sejarah, boleh lah sesekali qt mendengar cerita soal Smallville, Prison Break, Heroes, Supernatural buatan eks penjajah, namun jangan lupa cerita soal sejarah yang menjadikan qt ada dan bisa hidup bebas hingga sekarang... MERDEKA!.


* catatan : lg pengen nulis

03 June 2009

Ati-ati, nulis curhatan di Internet bisa dipenjara

Prita Mulyasari, seorang karyawati Bank Swasta di Jakarta tidak bisa lagi menghirup udara bebas pada 13 Mei lalu. Ibu dari 2 orang batita (bawah tiga tahun) itu, berada di balik jeruji besi karena "keberanian" nya untuk mencurahkan isi hatinya ke suara pembaca di situs detik.com tentang kejadian yang telah menimpanya saat berobat ke RS Omni International.

Sebagai seorang blogger dan masyarakat biasa (wong cilik), suara pembaca memang menjadi media yang pas, untuk menyampaikan segala keluhan kita sebagai konsumen yang dalam ilmu customer service di-elukan sebagai "raja dan ratu" tentu dalam lingkaran kesopanan dan etika yang masih rasional.


Dikatakan Jenk Prita , bahwa pada bulan Agustus 2008 dirinya datang untuk berobat ke RS omni International dengan keluhan pusing dan demam, setelah mendapat penanganan medis dari suster dan dokter Hengky, hasil lab menyatakan trombosit jenk Prita turun dari normal 200.000 hanya tinggal 27.000 , atas nilai ini pihak RS Omni memvonis dirinya mengidap demam berdarah. Selanjutnya seperti pasien yang tekena DB, infus dan suntikan bertubi-tubi dialirkan ke pembuluh darahnya, hingga dosis yang semakin naik yang menyebabkan jenk Prita Mulyasari mengalami sesak napas sekali dalam seumur hidupnya. Tentu sebagai seorang pasien, hal ini sangat mengherankan dan yang lebih mencengangkan pada saat ditanyakan ke dokter mengenai penyakit apa yang sebenarnya di derita, sang dokter menjawab ia terkena virus udara dan trombositnya sebelumnya 27.000 diralat menjadi 181.000 karena kesalahan analisa laboratorium.

Okee... sebenarnya tidak ada yang salah atau benar dalam kasus ini, selama penanganan dan manajemen pihak RS. Omni mau memberi keterangan dan penjelasan yang sudah nyata merupakan hak setiap konsumen/pasien. Jenk Prita juga berhak menulis keluhan di surat pembaca karena hal ini juga mendapat perlindungan dari Undang-undang, hanya saja kata-kata nya yang terlalu "menyinggung" orang lain (dokter hengky) yang berbuntut persidangan dan penahanan di LP.

Kalo dokter jaman sekarang mencemari tugas mulia dunia akhirat ini, hanya karena tamak harta, pantas lah jika masyarakat lebih percaya pada Ponari, si bocah SD...

01 May 2009

Semalam di Gaza

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they're dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who's wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

--Berapa banyak lagi air mata dan darah yang tumpah atas nama kedamaian?--

*) lagu Michael Heart ini memang sangat menyentuh hati, setidaknya bukan hanya kaum muslim sendiri yang mengecam tragedi Gaza, tapi juga seluruh umat manusia yang masih memiliki hati nurani mengutuk keras tragedi ini...

Lihat lagu disini :
We will not go down

25 March 2009

Indera keenam sang kucing

Sekilas kucing rumah yang cantik ini, nampak sangat menggemaskan dan lucu. Dengan pita biru dan bulu-bulu halus yang terawat, siapa saja pasti suka bermain dengannya. Oscar, telah bertahun-tahun dipelihara di sebuah pusat rehabilitasi untuk para lansia di kota Rhode Island, Inggris.

Don't judge the book by its Cover, mungkin sangat layak diberikan pada Oscar, karena semenjak memasuki usia ke12, kucing nan lucu ini ternyata memiliki kemampuan istimewa yang mungkin tidak ada duanya di dunia. Indera keenam untuk memprediksi kematian para pasien akan muncul di saat Oscar mendatangai salah seorang pasien yang sedang sekarat. Mungkin fenomena ini sama seperti "mata" bayi , yang kebanyakan orang bilang bisa merasakan kehadiran "the others" (makhluk halus).

Apa yang dilakukan Oscar sering membantu para staf rumah rehabilitasi ini, para pasien yang sebagian menderita Alzheimer (pikun dalam mengingat kejadian dlm waktu dekat), parkinson(kelainan dalam syaraf motorik tubuh), dan penyakit-penyakit kronis karena faktor usia lanjut lainnya sering dinyatakan tidak memiliki kesempatan lebih lama oleh para dokter. Namun kadang prediksi para dokter ini sering meleset, Oscar yang sering singgah ke lantai 3 gedung ini, tiba-tiba akan menemani dan tidur di samping pasien yang sedang kritis, dan dalam waktu 1 sampai 4 jam pasien yang telah "dipilih" oleh Oscar ini pun akan menemui ajalnya. Pertama kali hal ini terjadi, para staf mengira hanya kebetulan, namun setelah terjadi lebih dari 25 kasus, para staf mulai percaya dengan kemampuan "lain" yang tidak dimiliki kucing lain, kecuali Oscar, yaitu mengendus hawa kematian.

Sumber : New England Journal of Medicine.
*ditulis pas lg ga tau mo nulis apa, tp q hrs update :(

11 March 2009

Hanya Vespa yang bisa menyatukan indonesia


Quote seperti title diatas , saya baca sekilas di punggung seorang skuter yang ikut berdesak-desakan menonton even Gelar acara doa bersama untuk perdamaian nasional se indonesia yang berlangsung di Kompleks PRPP Tawang Mas, Semarang Barat.

Meskipun kostum hitam yang saya gunakan melengkapi penderitaan di bawah terik siang dan udara panas Semarang, namun saya masih sempat berpikir , mungkin quote di atas benar juga adanya


Apa yang membuat seorang jenk dhetea tertarik bergabung dengan komunitas yang terkenal cuek dan eksentrik ini , well.. saya sendiri juga ga bisa mengungkapkannya, hanya saja turing dan berkendara bersama-sama para skuter ini membuat adrenalin saya bangkit dari kelenjar-kelenjarnya, membuat jantung saya berdetak gembira menapaki jalanan beraspal yang panjang dengan gembira meski berbagai resiko dan tantangan yang mungkin bisa terjadi di sepanjang raya.











Selain di hadiri 286 klub vespa se nusantara , even ini juga tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) kategori perkumpulan vespa terbanyak hingga 12.000 peserta.. well.. oke itu angka yang ga sedikit loh ( manusia vespa semua tumplek blek di lapangan ini). Kemeriahan "Doa Bersama" ini sudah dimulai sejak hari gelap , lapangan PRPP semarang yang biasa nya senyap berubah menjadi hingar bingar konser dangdut kota Bandeng Presto ini, otomatis tanpa di komando lagi anak-anak skuter yang notabene juga mungkin lagi teler , berjoget ria dengan koreografi sekedar menggerakkan tubuh,kepala,kaki dan tangan bergerak tak harmonis berusaha mengikuti irama musik asli indonesia ini,,, berusaha menahan ketawa

Keesokan harinya, seusai bangun tidur ( tanpa mandi n ghosok gigi tentunya) para rastamania ini langsung mengikuti agenda kegiatan Doa Bersama untuk perdamaian nasional yang dipimpin langsung oleh salah seorang Skuteris dari Demak, semua klub kecuali yang masih teler mengikuti pembacaan doa dengan hikmat, dan sesaat hening memanjatkan permohonan kepada Yang Kuasa.

Berbagai jenis skuter berseliweran di depan mata, mulai dari vespa orisinil , vespa sampah , hingga vespa army. Lengkap dengan para "joki" yang tak kalah nyentrik dari vespa yang di kendarai , disini mungkin berlaku , desain vespa menunjukkan kepribadian supirnya . Namun lepas dari semua yang kita pandang negatif atau positif dari para skuter ini adalah bagian dari hobi dan gaya hidup, banyak juga orang dengan hobi otomotif yang orang-orang bilang "nyleneh" dan tidak umum bagi kebanyakan orang, Yaa,, mungkin itulah refleksi diri mereka sebagai bentuk aktualisasi seseorang ingin menunjukan eksistensinya pada masyarakat luas. ( Yo ora mas² skuteris?? hehehe...)

Yap.. buktinya saya , meski bukan seorang skuter, tapi saya nyaman dan enjoy bersama mereka, adrenalin dan hormon bahagia saya juga ikut mengalir deras memenuhi otak , sama seperti yang mereka rasakan saat mengendarai vespa, mungkin itu berarti perbedaan dan perselisihan sebenarnya bisa di hilangkan, asalkan qt juga bisa menempatkan diri kita pada posisi orang lain, seperti halnya pada saat semua orang mencoba merasakan saat mengendarai Vespa.



Catatan Jenk Dhetea ,
Semarang, 1 Maret 2009.
 

Jenk Dhetea Template by Ipietoon Cute Blog Design