
Apakah Anda berusia seperempat abad seperti saya ? Atau mungkin lebih muda ? Atau lebih tua? Di usia ini, saya cukup beruntung lahir di dalam kehangatan orang tua yang sangat 'jenius' mendidik pola pikir kedua buah hatinya.
Saya sama seperti Anda! Pernah mencicipi manisnya bahagia dan menelan pil pahit bahkan terluka oleh sifat kotor manusia yang konon didesain awal penuh khilaf dan kesalahan.
Namun, cinta yang dapat membalikkan semua keadaan menjadi normal. Cinta kepada Tuhan, keluarga dan segala kasih sayang yang diberikan oleh dia. Lewat sebuah puisi yang dia tuliskan dengan tinta hitam penuh arti mendalam tentang arti cinta dalam hubungan kami, saya menyadari.. Saya adalah wanita paling beruntung di dunia, bukan hanya karena memiliki dia yang 'sempurna', tapi juga memiliki kasih sayang Tuhan, cinta kasih keluarga, dan yang paling penting.. Saya telah berdamai dengan masa lalu..
Kini tiada lagi air mata. Yang ada hanya senyuman kebahagiaan, menanti tiba waktu kami memulai perjalanan nyata.. untuk bersama selamanya. Semoga...
*Foto @Prambanan Temple East Java


.jpg)
Pemberian nama "Ringin Asri" rasanya sangat pas dilihat dari lingkungan dan halaman rumah makan ini yang cukup asri dan teduh, sebab terdapat pohon beringin yang berukuran besar dan menjadi ikon tempat ini.
Rumah makan Ringin Asri setiap harinya laris dikunjungi oleh pembeli. Pengunjungnya pun beragam, cukup banyak artis dan penyanyi Ibukota yang mampir. Mulai dari pelawak seperti Kirun hingga rock band "Dewa 19". Hal ini terlihat dari pajangan aneka tanda tangan, komentar dan kesan dari para selebritis Indonesia di dinding ruang makan. Jadi, pengunjung juga bisa melihat-lihat siapa saja yang pernah mampir di rumah makan ini.
Awal pembangunan gedung Balai Kota Malang ini diawali pada tanggal 1 April 1914, status kota Malang dinaikkan menjadi Kotamadya (sebelumnya masih menjadi karesidenan Pasuruan), sehingga kota Malang berhak memiliki otonomi daerahnya sendiri dengan di pimpin seorang
Gedung ini sempat pula di bangun kembali dari reruntuhan bekas