Ati-ati, nulis curhatan di Internet bisa dipenjara

|

Prita Mulyasari, seorang karyawati Bank Swasta di Jakarta tidak bisa lagi menghirup udara bebas pada 13 Mei lalu. Ibu dari 2 orang batita (bawah tiga tahun) itu, berada di balik jeruji besi karena "keberanian" nya untuk mencurahkan isi hatinya ke suara pembaca di situs detik.com tentang kejadian yang telah menimpanya saat berobat ke RS Omni International.

Sebagai seorang blogger dan masyarakat biasa (wong cilik), suara pembaca memang menjadi media yang pas, untuk menyampaikan segala keluhan kita sebagai konsumen yang dalam ilmu customer service di-elukan sebagai "raja dan ratu" tentu dalam lingkaran kesopanan dan etika yang masih rasional.


Dikatakan Jenk Prita , bahwa pada bulan Agustus 2008 dirinya datang untuk berobat ke RS omni International dengan keluhan pusing dan demam, setelah mendapat penanganan medis dari suster dan dokter Hengky, hasil lab menyatakan trombosit jenk Prita turun dari normal 200.000 hanya tinggal 27.000 , atas nilai ini pihak RS Omni memvonis dirinya mengidap demam berdarah. Selanjutnya seperti pasien yang tekena DB, infus dan suntikan bertubi-tubi dialirkan ke pembuluh darahnya, hingga dosis yang semakin naik yang menyebabkan jenk Prita Mulyasari mengalami sesak napas sekali dalam seumur hidupnya. Tentu sebagai seorang pasien, hal ini sangat mengherankan dan yang lebih mencengangkan pada saat ditanyakan ke dokter mengenai penyakit apa yang sebenarnya di derita, sang dokter menjawab ia terkena virus udara dan trombositnya sebelumnya 27.000 diralat menjadi 181.000 karena kesalahan analisa laboratorium.

Okee... sebenarnya tidak ada yang salah atau benar dalam kasus ini, selama penanganan dan manajemen pihak RS. Omni mau memberi keterangan dan penjelasan yang sudah nyata merupakan hak setiap konsumen/pasien. Jenk Prita juga berhak menulis keluhan di surat pembaca karena hal ini juga mendapat perlindungan dari Undang-undang, hanya saja kata-kata nya yang terlalu "menyinggung" orang lain (dokter hengky) yang berbuntut persidangan dan penahanan di LP.

Kalo dokter jaman sekarang mencemari tugas mulia dunia akhirat ini, hanya karena tamak harta, pantas lah jika masyarakat lebih percaya pada Ponari, si bocah SD...

22 comments:

suwung said...

makasih atas penjelasanya jeng.... diriku sampe sekang belom dapet emailnya yang disebarkan
makasih ya

suwung said...

mari kita kigakan keadilan

goenoeng said...

setujuuu... bagaimana kalo mulai saat ini lebih diberdayakan dunia 'perdukunan' ?
ayo, siapa pasien pertamaku ? :D

Kang Nur said...

saya tidak tahu dg rinci sih kasusnya.. katanya konsumen adalah raja.. mestinya RS di manapun memperlakukan pasien2ny laksana Raja.. :)

perempuan said...

saya jadi pengen tahu, apakah saya juga akan masuk penjara karena menulis ini di blog yang notabene adalah milik pribadi saya :D hehehe... sama aja dunk, saya dipenjara karena menggunakan handphone buat curhat ke temen ???

*kaburrrrrrrr...

senopatiarthur said...

RS sekarang memang tujuan utamanya mencari duwit bukan melayani masyarakat.

Ini juga akibat pemerintah yang tidak mengurusi secara serius tentang kesehatan masyarakat padahal kesehatan adalah masalah utama setiap warga negara. Pendidikan dan kesehatan serta kebutuhan yang menyangkut hajat hidup orang banyaak seharusnya gratis.

Oke Jeng Dhetea

JAUHDIMATA said...

undang-undang perlindungan konsumen yang tidak pro pada konsumen.

SanG BaYAnG said...

Mulai sekarang nulise di bikin remang-remang aja kali..hehehhh..

dg said...

IMHO, detik tu kan sebagai media online? kenapa kok ndak diarahkan penyelesaiannya dengan kaidah jurnalistik.. dengan mekanisme "hak jawab" misalnya. ini mungkin ya buah dari peraturan yang tumpang tindih di Indonesia..... ah takut ngomong banyak...ntar saya nyusul bu Prita lagi......

Orang Gila Dari Timur (GB) said...

wes gak usah neko2, itu wes ada yg ngurusin sendiri......ada LSM yg dan Badan konsumen yg pasti mengurusi, Mending sekarang gimana caranya gak sakit n gak masuk rumah sakit.....Sehat itu indah

BlaGaBloGer said...

miris sekali......

humaini said...

oh ya?.......
baguslah lo kamu mbak yang punya
bisaminta donk ya?....
hAti-hati, nulis curhatan di Internet bisa jatuh cinta lo.
hehehehe
cuman becanda....

sukses ya?.......

balisugar said...

Kalau menurut saya hm sebelum jheng Prita dipenjara mbok yah di musyawarahkan dulu kasihan kan dia, wah curhat begitu saja kok dipenjara, dia kan berhak, untung gak ditulis di blog nya jeng Prita

dadang said...

AH... INDONESIA GITULOH!!

Drajad said...

harus hati hati nih, banyak orang pinter yang minterin orang :D

dadang said...

Eh kasus prita pas ya momennya ma pilpres, jadi kasian ma Omni, bakal dikeroyok mulai dari bloger, anggota komunitas kaya facebook, DPR dan para calon presiden dan wakilnya... bisa gulung tikar ato minimal direkturnya gulung koming....

Om Ipit said...

kyknya kita dibungkam nih :-)

Kulitintacetak said...

Kita jangan mau di kebiri ... !!!! serukan kebebasan !!!!!!!!!!! :D

bendsite said...

Hmmm.........

isdiyanto said...

memang harus hati-hati nih...

mufari said...

kalo curhatan bermutu.. seperti prita sich Ok
tapi kalo curhatannya ngg bermutu...
cuma jadi sampah di dunia maya...
mending kita curhatan tentang ..knowledge.

pasti... ngg ada yg komplen..... :)

Dwi said...

Sampe sekarang kayaknya belum selesai

Post a Comment

Jenk, Tuan ..
Terimakasih ya