Istana Tuan Meneer Bussemaker

|

Ada yang bilang, kalo belum ke malang , berarti belum ke jawa timur hehehe... berhubung sekarang udah mulai liburan sekulah, sapa tau ada yg lg merencanakan backpacker 'n kuliner ke kota Apel ini, namun selain menjajal obyek wisata dan makanan khas daerah, dibalik keindahan tata kota nya tersimpan beribu sejarah budaya yang menjadi saksi bisu perjuangan arek malang melawan hollanders.

Di belakang saya berpose, berdiri megah sebuah bangunan yang menjadi landmark kota Malang, Tepat berhadapan dengan Tugu Nasional yang diresmikan langsung di bawah tangan sang Proklamator Soekarno, gedung yang eksis dari tahun 1927 hingga kini, yakni gedung Balai Kota Malang.

Awal pembangunan gedung Balai Kota Malang ini diawali pada tanggal 1 April 1914, status kota Malang dinaikkan menjadi Kotamadya (sebelumnya masih menjadi karesidenan Pasuruan), sehingga kota Malang berhak memiliki otonomi daerahnya sendiri dengan di pimpin seorang Burgemeester (Walikota). Adalah Bapak Bussemaker, pria Belanda berkumis tebal dengan rambut tipis dan berwajah rupawan inilah yang berhasil menduduki kursi panas Walikota Malang pertama kali pada tahun 1919.


Gedung ini sempat pula di bangun kembali dari reruntuhan bekas Clash I (aksi militer) pada tanggal 31 juli 1947, setelah proklamasi kemerdekaan, eee.. Belanda secara tiba-tiba kembali menduduki Indonesia termasuk kota Malang, sehingga lebih dari 1000 bangunan Belanda dibumi hanguskan dan pemerintahan kota secara temporer di pindah ke Hotel Pelangi (dekat alun-alun Malang).

Selanjutnya pegawai dibagi menjadi dua golongan, yakni golongan yang berjuang tetap di dalam kota dan golongan keluar kota, menyebar ke daerah Sumberpucung, Gondanglegi, Bantur ( daerah pantai Balaikambang) sampai Clash II tahun 1948.


Para pejuang yang tergabung dalam tentara pelajar (TRIP) banyak yang gugur. Rakyat sendiri mengungsi ke daerah Selatan seperti Tumpang (rumahku ), Wajak , Turen, Gondanglegi, Pakisaji, Kepanjen, sampai Blitar.


Pemerintahan kota Malang dapat kembali ke gedung Balaikota pada tanggal 2 Maret 1950, sementara itu ketentaraan dan kepolisian telah mendahului memasuki kota dan bermarkas di hotel TRIO (sekarang di depan Stasiun Kota Baru).

Saya sering mengamati gedung-gedung peninggalan penjajah saat singgah di beberapa kota (Surabaya, Semarang, Jakarta), sekilas saya seperti mendapat visualisasi betapa banyak perjuangan dan pengorbanan darah serta air mata para pahlawan yang telah gugur untuk menikmati udara bebas, bahkan di tanah kelahirannya sendiri. Katanya Bu guru SD, "bangsa yang besar selalu menghargai jasa para pahlawan", tapi masih saja sering terdengar nyanyian sumbang para veteran yang tak terurus negara hingga menjadi pengamen, miris memang, tapi jangan kaget melihat ironi seperti ini di Indonesia...

Betapa uptodate dan maju nya peradaban qt, semua dimulai dari sejarah, boleh lah sesekali qt mendengar cerita soal Smallville, Prison Break, Heroes, Supernatural buatan eks penjajah, namun jangan lupa cerita soal sejarah yang menjadikan qt ada dan bisa hidup bebas hingga sekarang... MERDEKA!.


* catatan : lg pengen nulis

40 comments:

perempuan said...

di Indonesia payah bgt, kebukti pas ada kasus manohara, kalo udah bentrok ma negara lain, pemerintah melempem kayak kerupuk kecemplung soto. Untung aja manohara punya kewarganegaraan USA, cobak kalo enggak, dah mampus kalik.. *kayak TKW*

mrpall said...

emang malang tuh apik segalane yo jeung....

balisugar said...

Yang sedang berpose ayu nian

sgharjono said...

tulisan yang menarik, akan saya ampiri klo pas ke malang. Btw koq dapat gambar ilustrasi sewaktu pembangunan gedung nya sih, dari mana ???

perempuan said...

lho itu bukan ilustrasi mas , tp gedung nya wktu tempo dulu dpt dr internet n acara "malang tempo dulu" yg digelar tiap HUT kota Malang di Jl. Ijen

gaweanu said...

wah, kejem banget kalo belum ke malang belum ke jawa timur :)
lha aku sudah melanglang buana dari sabang sampai merauke, tapi malah belum ke malang hehehe...
nice destination, hopefully arriving there someday

Mr. Isanputra said...

Wahh.

ngejreng bangaet dan berisiya blog u...

OM IPIT said...

menarik sekali, inilah Indonesia :-)

Orang Gila Dari Timur (GB) said...

Ada yang bilang, kalo belum malang , berarti belum ke jawa timur hehehe...

>>>>>>> yang bener.......

Ada yang bilang, kalo belum ke Surabaya , berarti belum ke jawa timur hehehe...

Kan ibukota Jawa timur yakni SURABAYA....... tapi good city wes ama malang.....

Kim said...

Jadi pengen ke Malang euy, kayanya rada mirip Bandung ya ? Udara sejuk, banyak buah2an, makanan enak, dan gedung2 art deco artistik yang kurang terawat..salam kenal :)

lady said...

sayang sekali malang sekarang penuh dengan ruko2 dan mall2. gedung2 pemerintahan malah banyak yg dijual ke swasta. salah siapa?

tinggal sedikit saja kebanggaan kota malang. disamping banyak invansi investor asing yg menjarah daerah unggulan wisata, ex kota batu.

menyedihkan..

ahmad said...

hem.... malang.... kota yang dulu paling sering saya kunjungi ketika liburan tapi sayang sekarang terasa jauh banget mo bercinta dengan alam yang menawan di malang.

salam kenal mbak

Kang Nur said...

Malang dibangun semasa kolonial ya?

tulisanria said...

menyimak pelajaran sejarahh.....:) kota malang punya pengruh besar juga yahhh.... hehehehe

irawan said...

malang...oh malang....kenapa nasibku masih malang....tidak tinggal di malang malah nyasar di ambon... :)

noersam said...

wah..jadi pengen kesana ..lama gak kesana

enggalicious said...

waa , poto di depan tugu ya neng ??
yang di bunderan ituu ??
:P

DRW said...

wewww...tumpang ya mbak. malang coret dund.
wkwkwkwkwk

*piss

Noe2 said...

salam kanal ja mbak.... iya jadi jarang jalan2 kesitu, cuma ndekem di kos ae,he...

nophindahoz said...

eh, gag ada yang gerilya di daerah mbatu kah?

sofianblue said...

ow.. malang ya.. nice post

devianty said...

wuih asiknya yang lagi berwisata...malang dingin yah...banyak apel...makasih udah mampir mbak...ditunggu kunjungan berikutnya...

chonz said...

wah hebat euy,,tau segala-segalanya tentang malang,,asli malang ya??

shun said...

tulisan yang menarik :)

btw hotel trio bukan nya di sebelah nya mcD kayu tangan, depan avia itu?

isdiyanto said...

kalo ke jawa timur harus ke malang,
kalo ke jawa tengah harus ke semarang, he...he...

kalo ke semarang harus ke simpanglima...

elsadra said...

malangnya diriku belom pernah ke malang...

herikukuk said...

blog walking nih..
boleh donk kita mampir ke malang kalau pas lagi patroli kesana.. sekalian kalau ke jogja mampir juga kesini..trims..
nice blog like the owners

mymoen said...

hohoho...
seperti membaca buku sejarah SMP Kelas 3..
Thanks for share.

agustri said...

membaca judulnya saja, info terbaru.

trims.

annosmile said...

jadi pengen maen2 lagi ke malang nih

suwung said...

yang baru mana?

budies said...

kalau saya dah ke tulungagung lalu ke ngawi pa belum ke jatim jeng...

balisugar said...

Baru muncul nih.

Bersilaturahmi kepada semua teman blogger

Selamat hari Lebaran, Minal Aidin Wal Faizin, Mohon maaf lahir bathin,

mohon dimaafklan akan segala kesalahanku selama ini,

Pencarian Puisi said...

Salam kenal

Choiri Setyawan said...

banyak hal yang gak belum ter ekspose.. ataupun banyak hal juga yang udah diakui negara laen..

HE. Benyamine said...

Jas Merah, kata Bung Karno ... dan ternyata ada juga di daerah lain, bangunan peninggalan Belanda yang dihancurkan untuk diganti yang katanya bangunan lebih modern.

Kota Malang ... harus angkat jempol untuk mempertahankan bangunan bersejarahnya.

intothepresence said...

this is good info about old story of the country

seoperman said...

cerita yang bagus yah.

humaini said...

bagus kk, saya suka yang ini
semangat terus ya ?...
^_^....

I Love Indonesia.

humaini_hd said...

hehehe...
w sih mau jalan2 ke malang but susah
pertama ga tau jalan,
dan yang ke dua ga punya teman yang tinggal di sana ?...

nice..
segala infonya....^_^

Post a Comment

Jenk, Tuan ..
Terimakasih ya